Pemilu 2014: Kursi DPR “Mahal” dan “Murah”

Standard

Melanjutkan posting sebelumnya mengenai cara menghitung Kursi DPR di Pemilu 2014, saya sempat menyebutkan bahwa ada kursi DPR yang harus “dibayar mahal” atau “murah” oleh partai, karena membutuhkan jumlah suara yang besar atau kecil. Banyak yang menduga bahwa data ini bisa dilihat dari BPP setiap Dapil. Berikut adalah 10 Dapil dengan BPP terbesar dan terkecil

Dapil BPP Dapil BPP
Jatim 11 323,652.63 Jabar 3 159,798.67
Jabar 6 293,785.67 Sumbar 1 161,154.50
Papua 289,667.30 Kalsel 1 161,471.50
Jabar 7 270,151.80 Kalsel 2 164,802.00
Kepri 266,439.00 Aceh 1 170,371.14
DKI 2 260,097.71 Aceh 2 170,523.83
DIY 255,011.50 Sumbar 2 171,050.67
Banten 3 251,419.00 NTT 2 171,723.86
Jateng 5 249,669.13 Sulsel 1 173,277.00
Jateng 6 249,366.00 Banten 2 174,237.17

Apakah artinya Jatim 11 adalah “Dapil Neraka” sedangkan Jabar 3 adalah “Dapil Surga”? Kenyataannya tidak sesederhana itu :-) BPP hanyalah bilangan pembagi. Dengan model “sisa suara” yang diterapkan ketika menghitung kursi (lihat posting saya sebelumnya), maka akan ada banyak kursi yang didapatkan dengan suara jauh di bawah BPP. Dan di sisi esktrim lain, ada banyak kursi yang didpatkan dengan suara jauh di atas BPP.

Berikut adalah daftar 10 Kursi DPR “termahal”, lengkap dengan Dapil dan Partai nya.

Dapil Partai Suara per Kursi BPP % terhadap BPP
Jatim 11 PPP 413,230 323,652.63 127.68%
Jatim 11 Demokrat 376,536 323,652.63 116.34%
Jabar 7 Gerindra 373,811 270,151.80 138.37%
Jatim 11 PKB 363,611 323,652.63 112.35%
Jateng 6 PKB 358,790 249,366.00 143.88%
DIY PAN 355,787 255,011.50 139.52%
Jatim 11 Hanura 355,259 323,652.63 109.77%
Papua Demokrat 350,075 289,667.30 120.85%
Kalbar Golkar 348,986 240,826.80 144.91%
Jatim 7 PDIP 347,140 243,877.63 142.34%

Bisa dilihat bahwa 4 dari 10 kursi DPR “termahal” datang dari Dapil Jatim 11. Sepertinya Dapil ini tepat dikategorikan sebagai Dapil “neraka” :-) Tapi bukan berarti kursi “mahal” hanya datang dari pulau Jawa yang padat penduduk, karena di 10 besar ini masuk juga Dapil Papua dan Dapil Kalbar.

Kalau ada kursi “mahal”, tentunya juga ada kursi “murah”, yaitu Kursi DPR yang didapatkan oleh partai dengan hanya sedikit suara. Berikut adalah 10 Kursi DPR “termurah”, lengkap dengan Dapil dan Partai nya.

Dapil Partai Suara per Kursi BPP % Suara terhadap BPP
Gorontalo Gerindra 49,342 206,030.00 23.95%
Babel Demokrat 62,718 183,620.67 34.16%
Babel Golkar 71,063 183,620.67 38.70%
Malut PAN 77,099 194,770.33 39.58%
Sumbar 2 PDIP 80,996 171,050.67 47.35%
Kalsel 2 Gerindra 82,039 164,802.00 49.78%
Kalteng PAN 84,259 184,245.50 45.73%
Kalsel 1 PKB 84,713 161,471.50 52.46%
NTT 1 Nasdem 84,815 175,368.67 48.36%
Malut Golkar 85,413 194,770.33 43.85%

Kali ini hasilnya lebih jelas: semua kursi “murah” berasal dari luar pulau Jawa :-)

Karena itulah mulai terlihat jelas kenapa ada partai yang bisa mendulang banyak kursi DPR walaupun suara mereka sedikit. Contoh nyata adalah PAN, yang memiliki jumlah suara Nasional dibawah PKB, tetapi mendapatkan Kursi DPR lebih banyak. Kita akan bahas diposting selanjutnya :-) Stay tuned!

cara menghitung kursi dpr di pemilu 2014

Standard

Di post sebelumnya, saya sudah menampilkan jumlah kursi DPR setiap partai peserta Pemilu 2014. Bagaimana sebenarnya cara menghitung kursi DPR ini?

Cara menghitung kursi DPR di Pemilu 2014 diatur dalam UU No. 8 Tahun 2012. Walaupun ketika dibaca terkesan sulit (karena bahasa yang digunakan sangat … formal ;-)), sebenarnya bisa dijabarkan menjadi beberapa langkah sederhana.

Langkah 1: Rekapitulasi Nasional dan Ambang Batas 3,5%

Walaupun pembagian kursi DPR ditentukan di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil), tapi penghitungan kursi DPR baru bisa dilakukan setelah Rekapitulasi Nasional telah selesai dilakukan. Mengapa? Karena kita hanya menghitung kursi DPR untuk partai-partai yang melebihi Ambang Batas 3,5% (pasal 208).

Partai Suara Persentase
Nasdem 8,402,812 6.72%
PKB 11,298,957 9.04%
PKS 8,480,204 6.79%
PDIP 23,681,471 18.95%
Golkar 18,432,312 14.75%
Gerindra 14,760,371 11.81%
Demokrat 12,728,913 10.19%
PAN 9,481,621 7.59%
PPP 8,157,488 6.53%
Hanura 6,579,498 5.26%
PBB 1,825,750 1.46%
PKPI 1,143,094 0.91%
Total 124,972,491 100.00%

Dalam hal ini, terdapat 2 (dua) partai yang tidak memenuhi Ambang Batas tersebut, yaitu PBB dan PKPI. Kesepuluh partai lainnya lolos dan memasuki tahap penghitungan kursi.

Langkah 2: Menghitung Bilangan Pembagi Pemilihan (BPP)

Untuk membagi kursi DPR di setiap Dapil, kita harus menghitung angka BPP dengan cara membagi total suara sah di Dapil tersebut dengan jumlah kursi Dapil tersebut. Harap diingat, total suara sah hanya menghitung total suara Partai yang melebihi Ambang Batas di Langkah 1.

Sebagai contoh, kita ambil Dapil Jawa Barat 7 yang memiliki jatah 10 kursi DPR dan dengan hasil sebagai berikut:

Partai Suara
Nasdem 125,620
PKB 162,383
PKS 234,477
PDIP 608,658
Golkar 539,911
Gerindra 373,811
Demokrat 206,295
PAN 154,557
PPP 160,208
Hanura 135,598
Total 2,701,518

Oleh karena itu, untuk Dapil Jawa Barat 7, maka BPP adalah jumlah total suara (2,701,518) dibagi jatah kursi DPR (10), sehingga mendapatkan angka BPP sebesar 270,151.8.

Yang menarik dari isi UU adalah tidak menyebutkan apakah angka BPP ini dibulatkan ke atas, atau ke bawah, atau tidak dibulatkan. Oleh karena itu, saya berasumsi bahwa angka BPP tidak dibulatkan. Sehingga di dalam formula Excel yang saya gunakan, saya tidak melakukan pembulatan sama sekali.

Langkah 3: Membagi Kursi DPR Tahap 1

Sesuai pasal 212, maka kita memasuki Tahap 1 pembagian Kursi DPR. Kita membagi suara setiap partai dengan BPP dan membulatkan ke bawah. Angka tersebut adalah jumlah kursi DPR yang didapatkan oleh setiap partai untuk Tahap 1.

Partai Suara Tahap 1 Sisa
Nasdem 125,620 0 125,620
PKB 162,383 0 162,383
PKS 234,477 0 234,477
PDIP 608,658 2 68,354.4
Golkar 539,911 1 269,759.2
Gerindra 373,811 1 103,659.2
Demokrat 206,295 0 206,295
PAN 154,557 0 154,557
PPP 160,208 0 160,208
Hanura 135,598 0 135,598

Terlihat bahwa hanya 3 (tiga) partai yang mendapatkan kursi DPR di Tahap 1, yaitu PDIP (2 kursi), Golkar (1 kursi) dan Gerindra (1 kursi).

Sisa suara adalah jumlah suara yang tersisa setelah pembagian kursi Tahap 1. Untuk partai yang belum mendapatkan kursi, maka sisa suara sama besar dengan suara awal. Sedangkan untuk partai yang sudah mendapatkan kursi, sisa suara adalah sisa suara setelah dikurangi jumlah kursi yang didapatkan.

Karena sudah ada 4 (empat) kursi yang dibagikan, maka kita memasuki Tahap 2 untuk membagikan 6 (enam) kursi yang tersisa.

Langkah 4: Membagi Kursi DPR Tahap 2

Pada Tahap 2 ini, kita mengurutkan jumlah sisa suara tiap partai mulai dari yang terbesar ke terkecil dan membagikan kursi tersisa menurut urutan tersebut.

Partai Suara Tahap 1 Sisa Urutan Tahap 2 Total Kursi
Nasdem 125,620 0 125,620 8 0 0
PKB 162,383 0 162,383 4 1 1
PKS 234,477 0 234,477 2 1 1
PDIP 608,658 2 68,354.4 10 0 2
Golkar 539,911 1 269,759.2 1 1 2
Gerindra 373,811 1 103,659.2 9 0 1
Demokrat 206,295 0 206,295 3 1 1
PAN 154,557 0 154,557 6 1 1
PPP 160,208 0 160,208 5 1 1
Hanura 135,598 0 135,598 7 0 0

Karena hanya ada 6 (enam) kursi tersisa, maka hanya partai dengan sisa suara terbesar 1 sampai 6 yang mendapatkan kursi di Tahap 2.

Jumlah kursi DPR yang didapatkan oleh sebuah partai adalah total dari kursi Tahap 1 dan Tahap 2.

Demikianlah cara penghitungan kursi DPR dilakukan di setiap Dapil, sehingga didapatkan jumlah total kursi DPR di tingkat Nasional.

Harap diperhatikan: walaupun setiap partai menggunakan BPP yang sama, pada kenyatannya “harga suara”  yang “dibayar” setiap partai akhirnya berbeda-beda. Di Dapil Jawa Barat 7 ini, Gerindra harus “membayar” 373,811 suara untuk setiap kursi yang didapatkan, sedangkan PAN hanya “membayar” dengan 154,557. Luar biasa! :-)

Di posting selanjutnya, saya akan melakukan analisis mengenai “harga” kursi ini untuk setiap Dapil. Pasti hasilnya akan menarik :-) Stay tuned!

Perhitungan Kursi DPR Hasil Pemilu 2014

Standard

Setelah KPU mengumumkan hasil rekapitulasi di tingkat nasional, pertanyaan selanjutnya adalah berapa kursi yang didapatkan oleh masing-masing partai?

Karena penasaran, akhirnya saya membuat formula di Excel sesuai dengan formula perhitungan kursi di UU No. 8 Tahun 2012. Berikut adalah hasilnya. Harap diingat bahwa ini hasil perhitungan pribadi, bukan hasil resmi dari KPU :-)

Partai Suara Kursi
Nasdem 8,402,812 35
PKB 11,298,957 47
PKS 8,480,204 40
PDIP 23,681,471 109
Golkar 18,432,312 91
Gerindra 14,760,371 73
Demokrat 12,728,913 61
PAN 9,481,621 49
PPP 8,157,488 39
Hanura 6,579,498 16
PBB 1,825,750 0
PKPI 1,143,094 0

Berikut tampilan data di atas dalam bentuk grafik (thanks Excel! :-))

Suara vs Kursi

Nah, setelah melihat angka-angka di atas, pasti ada banyak pertanyaan yang muncul. Bagaimana sebenarnya penghitungan jumlah kursi? Kenapa ada partai yang suaranya lebih rendah tapi mendapatkan kursi lebih banyak (contoh, PAN vs PKB)?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita akan bahas di posting selanjutnya ya! Stay tuned! :-)

My blog, reboot!

Standard

Untuk kedua kalinya sejak pertama kali aktif nge-blog, site blog ini di-reboot ulang. Dulu pertama kali ketika pindah dari domain irvingevajoan.com ke irving.web.id. Sekarang karena pindahan  hosting, sekaligus mau start fresh dari awal. Mungkin nanti akan ada posting-posting lama yang masih relevan yang akan di posting ulang di sini. But for the time being, this is it! :-)
Note: mohon maaf kalau tampilannya masih sangat … sederhana :-)