Mengaktifkan kembali blog ini

Helo semua :-) Sudah lama juga blog ini tidak aktif ya. Mulai terdorong lagi nih untuk menulis :-) Sambil mengaktifkan kembali blog ini, saya melakukan beberapa re-organisasi content: Semua post mengenai keluarga kami akan ditempatkan di domain www.irvingevajoanamy.com, yang merupakan reinkarnasi www.irvingevajoan.com. Semua post mengenai keluarga kami dari blog lama sudah diaktifkan di domain ini.

Apa yang sebaiknya dibawa ketika menjenguk ke rumah sakit?

Ketika menjenguk seseorang di Rumah Sakit (RS), apa yang sebaiknya kita bawa? Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu. Sebagai orang yang (sayangnya) cukup berpengalaman sebagai penjaga pasien di RS, saya sering menerima kunjungan baik dari keluarga maupun dari teman-teman di RS. Dan tentu saja, hampir semua mereka membawa sesuatu. Mungkin karena dirinya sendiri belum

Perbandingan Batik Air vs Garuda Indonesia

Akhir-akhir ini, saya sering terbang dengan Batik Air, sejak Batik Air membuka rute Jakarta (CGK) – Medan (KNO). Mungkin ada banyak rekan-rekan yang ingin tau perbandingan antara Batik Air dengan Garuda Indonesia, terutama karena kedua maskapai ini adalah maskapai full service yang membedakan dirinya dengan maskapai low cost seperti Lion Air, Citiink dan Air Asia.

Internet Filtering: Pornografi vs. Kebebasan Berpendapat

Akhir-akhir ini perdebatan seputar Internet Filtering kembali muncul, terutama ketika Pemerintah memutuskan untuk menutup akses ke beberapa situs yang dianggap “berbahaya”. Di satu sisi, para penentang Internet Filtering menganggap Internet Filtering berbahaya bagi demokrasi, karena dapat disalahgunakan oleh pihak berwenang untuk menutup informasi atau menghalangi kebebasan berpendapat. Di sisi lain, para pendukung mengatakan Internet FIltering

Pilpres, Makanan dan Kebebasan Berpendapat

Ketika semua orang terhubung dengan semua orang di jaman social media saat ini, apakah kita memang bebas memberikan pendapat kita tanpa memikirkan dampaknya? Pilpres Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan dari pelaksanaan Pemilihan Presiden Indonesia 2014 (singkatnya, Pilpres). Yang terkait dalam topik kali ini adalah pelajaran yang saya dapat seputar postingan seputar Pilpres di social

Ketika Anak Kecil Menonton Film Dewasa

Pengalaman saya melihat anak kecil menonton film dewasa mendorong saya menulis Surat Pembaca yang dimuat oleh harian Kompas hari Sabtu, 17 Mei 2014. Catatan: Awalnya saya tidak menulis tanggal. Ketika dihubungi oleh pihak Kompas, saya salah menyebutkan tanggal di atas. Seharusnya tanggal 27 April 2014 :-) Itulah akibat terburu-buru. Saya tau banyak orang tua yang

Pemilu 2014: Analisis Perolehan Kursi DPR “Top 3” (PDIP-Golkar-Gerindra)

Setelah posting-posting sebelumnya membahas mengenai perolehan Kursi DPR masing-masing partai dan juga mengenai anomali Kursi DPR beberapa partai, kali ini saya mencoba menganalisis perolehan Kursi DPR untuk “Top 3”: PDIP, Golkar dan Gerindra. Dari provinsi mana saja Kursi DPR mereka dan apakah ada perbedaan pola sukses dari ketiga partai ini? Sebagai catatan, saya sengaja membatasi

KPU Resmi Mengumumkan Perolehan Kursi DPR Pemilu 2014

KPU secara resmi telah mengumumkan jumlah perolehan Kursi DPR masing-masing partai untuk Pemilu 2014. Silahkan di cek langsung ke pengumuman di website KPU atau melihat SK resmi (versi PDF). BTW, angka-angka ini persis sama dengan hitung-hitungan yang saya lakukan :-) Tentunya angka-angka ini bisa berubah jika ada penetapan lain dari MK. Mari kita tunggu.

Pemilu 2014: Suara Lebih Banyak, Tapi Kursi Lebih Sedikit

Kalau dilihat kembali jumlah suara dan kursi DPR yang didapatkan masing-masing partai, terlihat ada anomali. Saya tampilkan kembali tabel suara dan kursi ini, kali ini diurutkan dari yang terbesar ke terkecil. Partai Suara Partai Kursi PDIP 23,681,471 PDIP 109 Golkar 18,432,312 Golkar 91 Gerindra 14,760,371 Gerindra 73 Demokrat 12,728,913 Demokrat 61 PKB 11,298,957 PAN 49

Pemilu 2014: Kursi DPR “Mahal” dan “Murah”

Melanjutkan posting sebelumnya mengenai cara menghitung Kursi DPR di Pemilu 2014, saya sempat menyebutkan bahwa ada kursi DPR yang harus “dibayar mahal” atau “murah” oleh partai, karena membutuhkan jumlah suara yang besar atau kecil. Banyak yang menduga bahwa data ini bisa dilihat dari BPP setiap Dapil. Berikut adalah 10 Dapil dengan BPP terbesar dan terkecil