Crossing Over

image A very interesting movie. Film ini berfokus pada kisah seputar dunia imigrasi Amerika, sebagian besar di lingkungan ICE (Immigration and Customs Enforcement), atau kalau di Indonesia adalah gabungan antara Imigrasi dan Bea Cukai. Tokoh utama adalah dua orang agen ICE, Max Brogan (diperankan oleh Harrison Ford) dan Hamid Baraheri (diperankan oleh Cliff Curtis). Ada juga tokoh2 “Amerika” lain, seperti petugas bagian approval green card, pengacara imigrasi (diperankan oleh Ashley Judd), dan agen2 ICE lainnya. Tentu saja, ada tokoh2 “non-Amerika”, yang datang dari berbagai negara: Iran, Bangladesh, Korea, Australia, Mexico, dll. Kalau film-film “imigrasi” lainnya sering berbicara seputar negara2 Amerika Latin atau Timur Tengah, film ini menjadi unik karena juga melibatkan negara2 “maju” seperti Korea dan Australia. Ternyata, setidaknya menurut film ini, tidak peduli dari negara mana Anda datang, tetap saja sulit untuk mendapatkan green card ataupun naturalisasi menjadi warga negara Amerika.

Film ini sangat sangat dalam membicarakan masalah imigrasi ini. Dan semua pemain berakting dengan baik. Tapi, akting yang luar biasa justru datang bukan dari Harrison Ford, Cliff Curtis, ataupun Ashley Judd, melainkan oleh Summer Bishil, yang memerankan Taslima Jahangir, seorang anak keturunan Bangladesh yang “terserempet” masalah terorisme. Sungguh sebuah akting yang luar biasa, dan sangat provokatif.

Film ini adalah film serius, jadi penggemar film santai (atau yg sekedar mencari film santai) sebaiknya menghindari film ini. Bagi peminat film serius, film ini akan sangat membuka wawasan, bahkan bagi kita di Indonesia sekalipun. Mungkin kita bisa mulai berpikir: apa sebenarnya arti “imigran”, “pribumi”, “putra daerah”, dll? Bukankah kita seharusnya menganggap sama semua Warga Negara Indonesia, apapun latar belakangnya?