Catatan Perjalanan (1): Jakarta-Medan-Jakarta

Banyak hal yg bisa diceritakan tentang perjalanan kami dari Jakarta ke Medan dan dari Medan ke Jakarta. Sekalian untuk berbagi tips yg moga2 bisa membantu bila ada yg mau bepergian rame2 atau dengan anak kecil seperti kami.

Seperti biasa, perjalanan Jakarta-Medan-Jakarta menggunakan pesawat. Pertimbangan efisiensi waktu saja, krn hanya perlu 2 jam penerbangan, sementara dengan jalur lain (darat ataupun laut) perlu waktu minimal 2 hari.

Kami menggunakan Garuda dengan alasan yg harga. Mungkin agak aneh kalau harga dijadikan alasan untuk membeli tiket Garuda, krn biasanya tiket Garuda lebih mahal dibandingkan airline lain. Tapi, krn kami berangkat dalam kondisi peak season (25 Desember), tiket Garuda jadi jauh lebih murah. Untuk kembalinya sih, bisa saja kami ambil airline lain, krn toh sudah tidak peak season (12 Januari), tapi krn kami merasa puas waktu naik Garuda dari Jakarta ke Medan, kami putuskan untuk pake Garuda juga dari Medan ke Jakarta.

Sekedar tips, bila membawa anak kecil ataupun bayi, sebaiknya melakukan Reserve Seat, supaya bisa dapat tempat duduk paling depan, yg biasanya ruang kakinya lebih luas. Ngga tau ya apa airline selain Garuda bisa juga. Kami juga awalnya tidak tau, pihak travel yg sudah me-reserve seat nya utk penerbangan ke Medan. Mungkin krn mrk tau kalo kami bawa bayi. Jadinya, waktu check in, kami langsung otomatis dapat kursi paling depan.

Jadinya, waktu kembali dari Medan, kami juga reserve seat di perwakilan Garuda di Medan. Sebenarnya lewat telpon juga bisa sih, ngga harus datang langsung. Sayangnya, kami telat, jadi sudah ada orang lain yg reserve seat paling depan. Lain kali, sekalian tips juga, reserve seat langsung pas issue tiket, krn toh tidak ada batasan kapan bisa mulai reserve seat.

Selama perjalanan di pesawat Jakarta-Medan, Joan sama sekali tidak rewel, malah sempat minum susu di pesawat. Medan-Jakarta dia agak rewel, krn kurang tidur, juga mungkin krn telinga nya mendengung. Sesuai anjuran Dr Firman, kami kasih susu. Sama seperti orang dewasa, kalau telinga mendengung kan kita berusaha menelan ludah supaya dengung nya hilang. Kalau bayi minum susu, lidahnya juga dalam posisi menelan, jadinya dengung nya juga akan hilang.

Hal-hal lain tidak ada masalah. Malah Joan dapat hadiah dari Garuda, satu set peralatan mandi (shampo, sabun, dll) lengkap dalam tas kecil. Pelayanan Garuda juga baik sekali dan tidak ada komplain dari kami.

Satu tips lagi yg bisa kami bagi tentu saja mengenai urusan taksi di Jakarta. Sewaktu berangkat, kami harus pesan 2 taksi Blue Bird, karena kami berangkat ber-5 (plus Joan). Belum lagi barang2 kami yg banyak. Jadinya repot sekali, krn harus 2 taksi itu. Sewaktu balik dari Medan, kami coba pesan minibus dari Blue Bird. Iseng2 aja sih, krn kami awalnya mengira harganya bakalan mahal. Ternyata harganya murah (110 ribu termasuk tol) dan udah dapat minibus yg lapang (Mazda E 2000). Cukuplah untuk 6 orang plus bayi, plus 11 koper (besar dan kecil). Agak kurang nyaman sih sebenarnya krn barang kami banyak. Tapi, kalau cuman 4-5 orang harusnya cukup lapang. Jadi, lain kali, kalau berangkat ke airport dengan jumlah orang 4-5 orang plus barang banyak, sebaiknya pesan minibus aja dari Blue Bird. Apalagi kalo bawa bayi atau anak kecil, supaya tidak terlalu repot kalo harus 2 taksi.

Itu aja kali ya cerita dan tips nya. Semoga membantu untuk perjalanan berikutnya.