Ketika Anak Kecil Menonton Film Dewasa

Standard

Pengalaman saya melihat anak kecil menonton film dewasa mendorong saya menulis Surat Pembaca yang dimuat oleh harian Kompas hari Sabtu, 17 Mei 2014.

WP_20140517_07_36_52_Pro

Catatan: Awalnya saya tidak menulis tanggal. Ketika dihubungi oleh pihak Kompas, saya salah menyebutkan tanggal di atas. Seharusnya tanggal 27 April 2014 :-) Itulah akibat terburu-buru.

Saya tau banyak orang tua yang tidak setuju dengan tulisan saya di atas. Apalagi kalau film yang diputar adalah film-film superhero seperti Spiderman, Superman atau Batman. Dengan anak yang merengek-rengek minta nonton, apa yang orang tua bisa lakukan?

Saya memang belum mengalami masalah tersebut. Mungkin dalam 5 tahun lagi. Semoga saya cukup kuat untuk mengatakan “Tidak”. Demi perkembangan psikologis anak.

Tapi saya juga berharap, pihak bioskop memperketat pengawasan mereka. Seperti saya tulis di Surat Pembaca tersebut, di negara yang pernah saya datangi, pihak bioskop merasa perlu mempertahankan reputasi mereka sebagai tempat yang aman bagi anak-anak untuk menonton. Lagipula, mereka adalah pihak yang mendapatkan keuntungan secara bisnis. Sudah sepantasnya mereka pegang andil untuk memastikan tidak ada penonton yang “salah umur”.

Bagaimana pendapat anda?