Groovia IPTV Telkom: Uji coba

Dalam sebuah kebetulan yang menarik :-), kami mendapat kesempatan gratis untuk menguji coba selama 2 bulan Groovia, layanan IPTV dari Telkom. Kapan lagi mendapat kesempatan seperti ini kan? Dan sesuai janji saya di account Twitter @Groovia, berikut adalah sedikit cerita mengenai hasil uji coba tersebut.

Disclaimer dan Disclosure: saya bukan pegawai Telkom, tidak dibayar oleh Telkom, dan bukan bagian dari pemasaran Groovia. Saya membuat post ini tanpa paksaan, tanpa diminta, dan sekedar berbagi informasi saja. Sebelum post ini dilakukan, saya tidak menghubungi Telkom terlebih dahulu, sehingga ada kemungkinan informasi teknis yang saya berikan tidak akurat. Harap menghubungi Telkom untuk informasi yang akurat.

Apa itu IPTV?

Seperti teman saya Norman bilang, let’s be clear on the definition first :-) Kalau saya boleh menerjemahkan dengan bebas definisi IPTV dari Wikipedia, IPTV adalah layanan televisi yang disampaikan melalui protokol IP dan bukan seperti cara tradisional seperti lewat gelombang sinyal atau lewat kabel. Sederhananya, kita menonton TV lewat Internet :-)

Karena menggunakan IP/Internet, otomatis dibutuhkan perangkat tambahan selain TV di rumah. Untuk uji coba Groovia di rumah kami, Telkom menambahkan beberapa hal berikut:Groovia IPTV Telkom: Kabel Fiber Optic, Modem, dan Set Top Box

  1. Kabel fiber optic, sebagai media komunikasi. Ini berbeda dengan Speedy misalnya yang menggunakan saluran telepon biasa, atau Sitra yang nirkabel (wireless).
  2. Modem fiber optic, yang menjadi terminal utama. Di rumah kami menggunakan modem ZTE ZXA10 F620.
  3. Set Top Box dari Groovia, yang terhubung ke modem dengan menggunakan kabel Ethernet, dan terhubung ke TV menggunakan kabel RCA. Saya berasumsi untuk pelanggan High Definition, hubungan ke TV akan menggunakan kabel HDMI.

Apa bedanya dengan TV Kabel Digital?

Terus terang, saya bukan ahli di dunia broadcasting, jadi jujur saja, saya tidak tau cara kerja TV Kabel Digital :-). Asumsi saya, cara kerja TV Kabel Digital mirip dengan IPTV, hanya saja tidak menggunakan protokol IP, sehingga juga memerlukan perangkat yang berbeda. Saya kebetulan pernah menggunakan TV Kabel Digital dari First Media, dan sepertinya yang mereka lakukan adalah mengirimkan sinyal-sinyal digital melalui kabel TV biasa.

Apa bedanya dengan Internet TV atau Smart TV?

Semakin banyak produsen TV yang mengiklankan generasi terbaru TV mereka sebagai Internet TV atau Smart TV. Pada prinsipnya, Internet TV berbeda dengan IPTV. Internet TV yang diiklankan tersebut adalah kemampuan sebuah TV untuk terhubung langsung ke Internet, misalnya dengan menggunakan kabel Ethernet atau melalui WiFi. TV nya sebenarnya adalah TV biasa, yang mendapatkan tampilan TV dari jalur-jalur trandisional. Hanya saja mendapatkan tambahan fasilitas hubungan ke Internet, sehingga bisa menampilkan layanan Internet seperti video dari YouTube, misalnya.

Kelebihan Groovia

Website Groovia memberikan banyak sekali kelebihan IPTV, yang sayangnya tidak jelas membandingkan dengan apa :-) Akibatnya, ada banyak “kelebihan” di sana yang sebenarnya tersedia di jenis layanan lain seperti TV Kabel Digital. Dan karena IPTV sendiri bisa memberikan layanan berbeda antar penyedia layanan, agak sulit men-generalisir kelebihan Groovia sebagai kelebihan IPTV.

Apabila kita fokus hanya pada Groovia, maka berikut adalah kelebihan Groovia dibandingkan dengan layanan TV lain yang pernah saya gunakan:

  1. Kebebasan mengontrol alur acara. Dengan Groovia, kita bisa melakukan Pause terhadap acara TV, misalnya karena kita mau ke kamar kecil. Kemudian, kita bisa Play kembali. Ini fasilitas yang umumnya disebut Time Shifting. Fasilitas seperti ini bisa juga kita dapatkan dengan TV tradisional dengan peralatan tambahan, seperti TiVo atau perangkat TV jenis tertentu yang menyediakan fasilitas ini.
  2. Kemampuan menampilkan acara sampai dengan 7 hari ke belakang. Dengan Groovia, kita bisa menonton kembali acara-acara yang terlewat. Misalnya, karena terjebak macet, kita terlewat film seri favorit kita. Ketika sampai di rumah, kita tetap dapat menonton acara tersebut melalu fasilitas TV On Demand. Fasilitas seperti ini juga bisa kita dapatkan dengan TV tradisional dengan bantuan TiVo atau alat sejenis.

Hal-hal lain menurut saya bukanlah kelebihan yang sangat signifikan, seperti Video on Demand (di TV Kabel Digital juga ada), musik, radio, dll. Kualitas gambar Groovia memang jauh lebih baik daripada siaran TV analog biasa, tetapi tetap setara dengan kualitas tampilan siaran TV digital lainnya.

Fasilitas lain yang mungkin memiliki potensi adalah dimungkinkannya kita mengakses Groovia melalui komputer atau tablet. Malah dijanjikan bahwa perpindahan antar peralatan akan berlangsung seamless: ketika menonton acara di TV dan kita pause di posisi waktu (katakanlah) menit ke-5, maka ketika kita berpindah ke tablet dan melanjutkan, maka kita akan mulai dari menit ke-5 tersebut. Sayangnya saya belum bisa mencoba fasilitas ini, sehingga tidak dapat berkomentar banyak.

Kekurangan Groovia

Terdapat beberapa kekurangan Groovia yang saya perhatikan:

  1. Groovia membutuhkan 1 Set Top Box per perangkat TV. Artinya, kita tidak dapat melakukan sharing dengan TV lain di rumah. Hal ini sebenarnya berlaku juga untuk langganan digital lainnya, akan tetapi tetap sedikit mengganggu. Hal ini berbeda dengan model TelkomVision yang bila disalurkan via kabel (seperti di apartemen atau perumahan) dapat di sharing dengan TV lain di rumah. Mengenai biaya untuk TV tambahan tidak terlihat di website Groovia. Moga-moga mereka memberikan harga yang tidak terlalu mahal.
  2. Kinerja Set Top Box yang saya gunakan agak mengecewakan. Terdapat jeda yang cukup terasa antara menekan tombol di remote control dengan eksekusi di TV. Misalnya, ketika menekan tombol Menu, ada jeda lebih dari 1 detik sebelum Menu muncul di layar. Saya tidak tau apakah ini kinerja dari Set Top Box atau memang terdapat masalah kinerja di jaringan Groovia secara umum, karena saya rasa menu tersebut ditarik langsung dari pusat server Groovia.
  3. Harga juga menjadi kendala yang siginfikan. Untuk berlangganan Groovia, pelanggan diharuskan berlangganan paket Speedy minimal 1 MB. Total paket basic menjadi 695 ribu per bulan, belum termasuk channel favorit seperti channel movie (HBO dan sejenisnya), olah raga (ESPN dan sejenisnya), anak-anak (Disney dan sejenisnya), dst. Akibatnya, biaya langganan menjadi sangat signifikan, kecuali kalau memang pelanggan sudah menggunakan paket Speedy 1 MB tersebut. Untuk pelanggan seperti saya yang merasa cukup dengan paket Speedy yg lebih rendah, hal ini menjadi beban yang tidak perlu.

Beberapa pertanyaan yang belum terjawab

Ada beberapa pertanyaan teknis yang muncul yang belum sempat saya diskuskan dengan pihak Groovia, diantaranya:

  1. Apabila menambah perangkat TV, apakah artinya cukup menambah Set Top Box, atau harus menambah modem juga? Saya asumsi modem yang digunakan cukup satu, tapi mungkin saja saya salah.
  2. Bagaimana menghubungkan Set Top Box tambahan ke modem? Apakah artinya rumah saya harus diperlengkapi dengan infrastruktur Ethernet ke setiap kamar? Atau jangan-jangan ada model wireless?
  3. Apakah ada batas maksimum jumlah TV per modem, mengingat bandwidth fiber optic tentunya juga ada batasnya?

Kesimpulan

Untuk saya pribadi, sementara ini saya tidak terpikir untuk berlangganan Groovia. Jadi, setelah uji coba ini selesai, saya sepertinya tidak akan lanjut berlangganan. Fasilitas langganan Speedy dan TelkomVision saya saat ini sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan saya.

Untuk rekan-rekan yang memang sudah menggunakan Speedy 1 MB dan juga hanya membutuhkan 1 TV, menurut saya layak untuk mencoba Groovia ini. Fasilitas tambahan yg diberikan sangat menguntungkan kita sebagai penonton, apalagi penduduk Jakarta yang sering tidak jelas kapan tiba di rumah :-) Layanan TV On Demand dan Time Shifting yang diberikan akan sangat berguna bagi anda.