Hitung-hitungan Kursi DPR

Entah kenapa, liputan TV untuk Pemilu yg sekarang lebih banyak ke jumlah suara total secara nasional. Padahal, jumlah suara tidak sebanding dengan jumlah kursi di DPR lho. Iseng2, aku buat satu file Excel yg melakukan penghitungan kursi DPR untuk masing2 daerah pemilihan.

File ini dibuat dengan Microsoft Excel 2003, jadi ngga jamin yg apa jalan di versi sebelumnya. Supaya datanya gampang di update, aku buat filenya pake fasilitas Web Query. Untuk update, masuk aja ke tab DirectData. Trus, buat dulu satu button untuk update web Query nya. Di deretan button Excel (di atas), klik kanan, pilih Add-Remove-Button->Customize, trus pilih Commands->Data->Refresh-All. Taruh aja button nya di deretan button itu. Kalo mau update data, klik aja button nya, nanti langsung mengambil data dari website KPU.

Bagaimana cara menghitung kursi?

Kursi DPR didapat berdasarkan daerah pemilihan di masing2 provinsi. Misalnya, DKI Jakarta ada 2 daerah pemilihan, Sumatera Utara ada 3, dst. Masing2 daerah pemilihan memiliki alokasi kursi tertentu, misalnya 6 atau 7 kursi. Nah, di satu daerah pemilihan, jumlah total pemilih dibagi jumlah kursi disebut Bilangan Pembagi Pemilih (BPP).

Suara tiap partai kemudian dibagi dengan BPP ini. Itulah jumlah kursi yg langsung didapatkan oleh partai. Kemudian sisa suara dibandingkan tiap partai, dan sisa kursi dibagi berdasarkan urutan suara terbanyak sampai terkecil.

Contoh:
Partai A 100.000, Partai B 50.000, Partai C 70.000, Partai D 10.000, daerah pemilihan dengan kursi 4.
Total pemilih adalah 100.000 + 50.000 + 70.000 = 230.000.
BPP = 230.000 dibagi 4 = 57.500.
Partai yg mendapatkan suara langsung berarti Partai A dan Partai C, krn suara mereka lebih dari 57.500.
Sisa kursi tinggal 2, sisa suara Partai A 42.500, Partai B 50.000, Partai C 12.500, Partai D 10.000.
Berarti 2 sisa kursi didapat oleh Partai B dan Partai A (urutan suara terbanyak).
Komposisi suara terakhir berarti Partai A 2 kursi (1+1), Partai B 1 kursi, Partai C 1 kursi, dan Partai D 0 kursi.

Di file Excel yg aku buat, BPP dihitung bukan berdasarkan jumlah pemilih terdaftar, tapi berdasarkan jumlah suara yg sudah masuk. Krn suara dihitung terus, maka angka BPP juga bergerak terus. Akibatnya, jumlah alokasi kursi kadang bertambah, dan kadang berkurang. Jangan kaget lho.

Beberap hal yg bisa kita lihat dari grafik:
1. Walaupun PDI-P menang jumlah suara dari Golkar, ternyata Golkar menang jumlah kursi lumayan besar.
2. Walaupun suara PKB hampir 2 kali lipat suara PAN, Demokrat, dan PPP, ternyata jumlah kursinya hampir sama.

Perolehan kursi saat ini (diatas electoral threshold 3% – 17 kursi):
Golkar (133 kursi)
PDI-P (106 kursi)
PPP (58 kursi)
PKB (55 kursi)
Demokrat (54 kursi)
PAN (46 kursi)
PKS (44 kursi)

Data ini akan aku update setiap hari. Watch out!