Arisan!

Waktu liburan ke Medan kemaren, aku dan Eva sempat nonton film Arisan! di bioskop. Sama seperti review sebelumnya, resensi dari film nya sendiri ngga akan aku tulis di sini. Silahkan lihat di website lain yg memberikan ringkasan cerita, atau daftar pemain, dll.

Sebelum ke inti cerita, satu hal perlu diperhatikan. Film ini tidak begitu bagus kalau dilihat dari sisi editing dan sound. Perpindahan antar adegan kadang2 cenderung “kasar” (ada terasa “blink” di layar). Tata suara juga cenderung monoton dan kosong.

Dari sisi cerita, secara umum sih, film ini menarik, dan membuat kami tidak mengalihkan pendangan dari layar. Ceritanya lumayan mengalir, malah bisa dibilang terlalu cepat diawal2. Karena harus menjelaskan banyak hal di awal cerita, film ini bergerak dengan cepat, berpindah dari satu adegan ke adegan yg lain, berusaha menjelaskan masalah masing2 tokoh cerita tanpa harus banyak berkata2.

Masalah yg dibicarakan di sini juga tidak simple, malah cenderung sangat kompleks. Ada masalah hubungan suami istri krn si istri tidak bisa punya anak dan si suami selingkuh. Ada masalah laki2 gay, padahal dia satu2nya anak laki2 di keluarga Batak. Ada masalah suami istri yg suaminya selingkuh, padahal si istri sangat baik dan serba plus. Dan ujungnya, masalah sebuah kelompok arisan yg para anggotanya lebih mementingkan “penampilan” daripada “isi”.

Yg menarik, film ini memberikan ending yg simple, sederhana, untuk berbagai masalah yg kompleks. Mungkin bisa dianggap menyederhanakan masalah. Tapi, mungkin bisa dilihat dari sisi lain: film ini bertujuan untuk menghibur, bukan untuk membuat kita berpikir. Sejak awal sampai akhir, kita memang dihibur dengan banyak adegan, yg membuat film ini cenderung mudah dicerna, tanpa perlu berpikir banyak.

Jadi, saat menonton film ini, nikmati saja setiap adegan, tanpa perlu berpikir banyak. Have fun!