Parkir Airport Sukarno Hatta

Akhir2 ini aku sering ke Airport Sukarno Hatta, krn beberapa kali harus antar-jemput, atau juga ketemu di sana. Dan terus terang, perubahan arus jalan di sana benar2 membingungkan dan ngga konsisten.

Tidak ada perubahan di Terminal 1, hanya di Terminal 2 kedatangan. Yg diperbolehkan masuk ke pelataran untuk menjemput hanyalah bis dan taksi. Untuk kendaraan pribadi, harus langsung masuk ke jalur parkir. Ada sih, jalur di tempat parkir itu untuk menjemput, tapi itu udah agak jauh dari pelataran, dan ngga ada atapnya. Kebayang deh, kalo hujan, gimana caranya menjemput orang? Pasti basah deh.

Yg lebih menyebalkan adalah penerapan peraturan yg ngga konsisten. Di jalur jemputan, kan harusnya tidak boleh parkir, hanya boleh berhenti sebentar untuk menjemput dan memasukkan barang. Kenyataanya, banyak kendaraan yg parkir di sana, dan satpam di sana tidak berbuat sesuatu. Sepertinya sih, pada dikasih uang, soalnya aku pernah ngeliat satpam yg dikasih “tip” oleh pengendara mobil.

Yg lebih lucu lagi, waktu masuk airport, seharusnya kita melewati pemeriksaan kendaraan. Udah ada dipasang tenda tuh, dan pembatas jalan. Jadinya macet, krn ada polisi tidur nya. Tapi, ternyata mobil kami ngga pernah diperiksa tuh. Satpam dan polisi yg memeriksa cuman ngeliatan aja dari jauh, sama sekali ngga diperiksa. Jadi, apa gunanya itu polisi tidur ya?

Ya sudahlah, mungkin memang kita hobi membuat peraturan yg pelaksanaannya ngga bener dan justru bikin nambah report.