Eiffel … I’m In Love

Baru2 ini aku dan Eva nonton film “Eiffel … I’m In Love”. Biarpun judulnya bahasa Inggris, ini film Indonesia lho. Lumayan banyak yg menonton, dan orang2 lain yg nonton ada yg bilang bagus, ada yg bilang biasa aja.

Film ini lebih ditujukan untuk remaja, biarpun tentu saja semua orang bisa nonton (kecuali anak2 kali ya). Cerita ringkas mengenai film ini ngga ditaruh di sini, toh banyak kok website yg ngasih resume nya.

Inti ceritanya sebenarnya menarik, tema sih tetap tema percintaan. Tidak banyak hal baru sebenarnya di film ini, walalupun menggunakan 2 lokasi (Jakarta dan Paris). Toh sudah banyak film lain yg melakukan hal yg sama.

Dengan pemain2 yg relatif baru, film ini punya resiko jadi film yg membosankan, krn akting yg kaku, dll. Dan memang seperti itulah kejadian di awal film. Alur cerita agak lambat, bahkan pertemuan antara kedua tokoh utama (Tita dan Adit) cenderung bertele-tele. Sempat terlihat akting yg kaku dari para pemain, bahkan termasuk pemain lama seperti Didi Petet.

Tapi, memang film ini sangat mengandalkan alur cerita yg cenderung romantis dan penuh komedi. Perlahan2 film ini menyuguhkan “perseteruan” antara Tita dan Adit dengan dialog2 yg lucu, atau kejadian2 yg lucu. Misalnya waktu Tita tiba2 berpikir “Wah, cakep juga ya” waktu Adit sedang marah2, padahal di awal Tita ngga suka sama sekali sama Adit. Atau waktu Adit mengucapkan kata2 romantis dalam bahasa Prancis pada Tita, dan waktu Tita bertanya apa artinya, hanya di jawab “aku lapar” :-)

Banyak juga sih hal janggal di film ini. Misalnya, kenapa Tita dan Adit bisa tidur di kamar yg sama? Biarpun Tita di tempat tidur dan Adit di kursi, rasanya agak aneh kalau orang tua Tita yg protektif ngebolehin begitu aja.

Tapi lepas dari keanehan itu, film ini bagus dan layak di tonton. Malah mungkin lebih bagus daripada “Ada Apa Dengan Cinta?” (A2DC), biarpun pemain2 di A2DC jauh lebih bagus aktingnya. Alur cerita yg simple membuat kita hanya perlu menikmati tanpa perlu berpikir. Bukankah itu tujuannya sebuah film, yaitu untuk menghibur penontonnya?